Kamis, 14 Januari 2010

Sagu Sebagai Makanan Pokok Alternatif Penduduk Luwu

Sulawesi Selatan sejak era Orde Baru yang dikenal sebagai swasembada beras. Beberapa faktor penyebab antara lain di daerah ini tanah subur. Terutama di daerah Kabupaten Luwu yang tanahnya subur karena begitu sering ada adnekod "bisa menjadi tongkat kayu tanaman". Dengan kesuburan tanah tidak berlebihan jika daerah ini merupakan penghasil kakao terbesar di Sulawesi Selatan.


Hidangan kapurung dalam suatu acara arisan di Taman Wisata Rangunan - Jakarta September 2009


Namun, kesuburan tanah bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan kawasan ini menjadi mandiri, tapi daerah ini selain mengkonsumsi beras sebagai makanan utama juga dimakan pokok lainnya yang sagu
Sagu atau nama Latin (order: spadicilionae, keluarga: palmae) dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan dasar termasuk kapurung (bugis) atau pugalu (Luwu), Dange, dan Sinole.

Pada harga beras tinggi yang biasanya terjadi di luar musim panen, beras, sagu makan bahan lebih dominan sebagai makanan pokok. Penyebab makanan ini faporit dari ralatif harga murah, serta makanan dari sagu ini dengan perasaan sendiri.

Kapurung / pugalu (dikenal sebagai Maluku papeda) makanan dari sagu dalam bentuk titik-titik bola ping-pong untuk ongol-ongol atau bakso. Jika disajikan tampak seperti cendol, hanya bulat hanya bulatannya lebih besar

Orang-orang yang baru saja mencoba kecanduan makanan ini dijamin, dan akan mengulangi lagi untuk makan. Hal ini tampak terutama di Jakarta, jika ada keluarga saya yang membuat kapurung dan didistribusikan ke tetangga sebelah, kemudian pada kesempatan lain akan mereka (para tetangga) harus dibuat lagi.

Jika Ada ingin mencoba membuat sendiri bahan-bahan sangat mudah didapat dan cara membuatnya pun tidak sulit. Bahan-bahan yang diperlukan terdiri dari tepung sagu, cabe, terasi, garam, lauk pauk seperti ikan atau daging yang lebih baik, sayuran, dan air mendidih. Tentang bagaimana membuatnya disajikan dalam tulisan saya berikutnya.

Lihat dalam hal rasa, jenis makanan yang memiliki potensi untuk menciptakan peluang bisnis. Mungkin seseorang ingin mencoba?

Sabtu, 09 Januari 2010

Aplikasi Komitment Dapat Lenyapkan KPK dari Bumi Indonesia

Apakah anda percaya bahwa komitmen dapat melenyapkan KPK dari Bumi Indonesia? Untuk menyawabnya cermati terus uraian dibawah ini

Komiitemen atau kesepakatan berarti melakukan suatu tindakan sesuai dengan yang sudah dicanangkan ataupun diikrarkan, atau diijabkan baik terhadap sesama maupun terhadap diri sendiri sekalipun.

Oleh karena itu orang yang tidak melakukan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan yang sudah dicanangkan maka orang tersebut bisa disebut sebagai tidak punya komitmen atau orangnya disebut tidak komit begitulah kira-kira.

Komitmen merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan individu berkualitas atau tidak Dalam setiap pertemuan dengan orang-orang yang pernah berkunjung ataupun bertempat tinggal di Malaysia misalnya banyak yang menilai kualitas orang Indonesia jauh di bawah Malaysia walaupun keduanya satu rumpun yaitu Melayu. Padahal dari segi kecepatan memperoleh kemerdekaan, Indonesia jauh lebih awal dibanding Indonesia yaitu tahun 1945.. Tapi gerangan apa yang membuat kualitas orang Malaysia jauh lebih unggul? Salah satunya ya komitmen tadi.

Sebagai contoh jika orang Malaysia sudah menyatakan bahwa dirinya adalah orang Malaysia, maka mereka berpegang teguh pada komitmen itu. Seperti pengakuan salah seorang teman yang pernah tinggal di Malaysia. bahwa suatu hari salah seorang yang kebetulan berasal dari Indonesia ketahuan menghisap rokok dimana rokoknya berasal dari negeri lain. Pada saat itu ia langsung ditangkap oleh petugas setempat. Dan di sana pun tidak ada yang namanya suap, jangan harap bisa menyuap petugas. Beda dengan di Indonesia, sudah membanggakan produk luar negeri habis itu suka memberi suap dan lebih parah lagi oknum petugasnya pun mau aja disuap.

Contoh lagi nih, bagi penduduk Malaysia yang kartu tanda penduduknya tertulis beragama Islalm, maka orang tersebut akan sangat komit terhadap agama yang dianutnya. Dia menjalankan ibadah sholat pada waktunya, sekalipun pada saat yang bersamaan dengan sedang berlangsungnya rapat atau kegaiatan apapun itu. Begitu pula jika dia seorang atheis, maka dia komit pada ke-atheisan-nya yaitu suatu pemikiran yang menempatkan logika di atas lainnya.

Contoh keunggulan Malaysia laiinnya dapat disimak dari cuplikan pernyataan Muamar Qaddafi, Presiden Yordania ketika terjadi ketegangan RI-Malaysia beberapa waktu yang lalu sebagai berikut :

”....Indonesia adalah negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia, sementara itu Malaysia adalah salah satu negara berpenduduk muslim terkemuka di dunia.....”.

Kemudian adalagi pernyataan lainnya ”....Indonesia kecil untuk diperhitungkan, besar untuk diabaikan...”

Andai saja komitmen dicoba diaplikasikan oleh masing-masing individu kali aja kualitas kita bisa meningkat sehingga pernyataan-pernyataan yang dapat menggetarkan telinga tidak lagi terjadi di masa-masa mendatang Dan dengan sendirinya pula keberadaan Komite Pemberantasan Koruspsi (KPK) mungkin tidak diperlukan lagi Kata orang bijak ”Terlambat adalah lebih baik dari pada tidak melakukan sama sekali”. MAU? Wallahualam.